Sabtu, 17 Februari 2018

Kampuang Nan Jauah di Mato


Tulisan saya kali ini merupakan cerita saat kami bertiga mengunjungi Kota Padang tahun lalu, kota dimana saya dan suami dibesarkan.

Suatu siang di Padang, randomly suami saya, Andre, mengajak saya untuk mencari kaset Lagu Minang. Katanya,"Kangen dengerin Lagu Minang". Kemudian kami langsung meluncur ke daerah Permindo dan Pasar Raya. Setibanya di sana, ada pemandangan menarik. Ternyata sekarang Permindo dipercantik dengan payung warna-warni di sepanjang jalan untuk pejalan kaki. Lucu juga nih.



Kasetnya? gak ketemu. 😆

Di hari lainnya, setelah makan siang bersama teman-teman. Saya dan suami memutuskan untuk melihat salah satu pantai di Padang, yaitu Pantai Pasir Jambak. Walaupun kami besar di Kota Padang, rasanya kami belum menyempatkan waktu untuk melihat pantai ini. Setelah sempat sedikit nyasar, akhirnya kami menemukan pantai tersebut. Sampai di sana pantainya relatif sepi, apa mungkin karena saya datang di hari kerja ya.





Pantai Pasir Jambak ini tidak kalah indah dengan pantai-pantai yang pernah saya kunjungi, namun sayang masih banyak sampah di pinggir pantai. Coba yuk, sama-sama kita lebih peduli lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Takana, jo kampuang.
Induak, Ayah, Adiak sadonyo.
Raso maimbau-maimbau den pulang.
Den takana jo kampuang...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5 Tanaman Untuk Pemula

Hai, buibu.. Bener gak sih, rumah lebih adem rasanya kalau ada tanaman? Kalau saya sih "yes". Kayanya kebanyakan ibu-ibu juga &...