Rabu, 07 Maret 2018

Dilan 1990


Malam mingguan kemarin, kami bertiga menonton film Dilan 1990. Ini susah loh ngajakin suami untuk nonton, 1001 alasan dikemukakan olehnya untuk menolak menonton. Pfiuh, dengan segala usaha dan upaya saya kerahkan akhirnya dirinya mau juga. Udah mulai malas denger dimintain terus-terusan sepertinya.

Ahay, sampailah di bioskop. Untung ada keluarga muda bawa anak seumuran Arthur. Jadi ada temen kalo Arthur mulai "agak berisik".
Mulai nonton. Okay, baik. Lucu juga ya filmnya.
Suami yang awalnya tidak menunjukkan minat untuk menonton pun memuji filmnya.
Bagus.

Dilan.. Dilan..
Kamu membuat ingatanku terlempar ke 15 tahun lalu (wow, am I that old?). Waktu masih pake seragam putih abu-abu. Waktu penjurusan IPA IPS. Waktu mulai pacaran. Ehem.

Malu. Geli sendiri kalau mulai mengingat kembali waktu itu.
Waktu mulai sms pertama. Iya, saya yang mulai awalnya.
Waktu ketemuan pertama setelah rajin sms-an.
Waktu "ditembak" pertama.
Dan, semua pengalaman ini dialami cuma sama satu orang. Si suami.

Ih, geli banget deh.
Hahaha. Gara gara Dilan.
Dilan.. Dilan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5 Tanaman Untuk Pemula

Hai, buibu.. Bener gak sih, rumah lebih adem rasanya kalau ada tanaman? Kalau saya sih "yes". Kayanya kebanyakan ibu-ibu juga &...